Page 12 - Muslihat Kapitalis Global
P. 12
Tentu semua pertanyaan itu akan tampak seperti kampanye
tandingan melawan kampanye anti-tembakau. Para penggiat
kampanye anti-tembakau pun, bisa pula menganggap dan
mengatakan kampanye tandingan terhadap mereka juga diongkosi
lembaga tertentu. Namun persoalannya di sini adalah modus dari
kampanye anti-tembakau yang sejauh ini telanjur dibungkus sebagai
gerakan yang seolah-olah tanpa ambisi politik, bebas kepentingan
dan semata demi kesehatan masyarakat. Dan inilah yang dipersoalkan
oleh Wanda Hamilton.

Dalam buku Nicotine War, Hamilton mengingatkan adanya
sejumlah fakta menarik di balik seluruh agenda perang global
terhadap tembakau. Salah satunya adalah kepentingan industri
farmasi yang berusaha hendak menikmati “kue” pasar nikotin dunia
yang sejauh ini hanya dinikmati industri rokok. Nikotin adalah zat
yang terkandung di dalam daun tembakau yang selalu dipersepsikan
sebagai zat berbahaya, padahal sama dengan senyawa lain, nikotin
(dalam takaran tertentu) bisa berfungsi sebagai obat. Dan itulah yang
dipersoalkan Hamilton.

Hamilton juga mengungkapkan, ada hubungan kepentingan antara
industri rokok dan industri farmasi di balik kampanye anti-tembakau.
Itu misalnya yang dilakukan oleh perusahaan tembakau terbesar
ketiga di dunia Japan Tobacco dengan produsen produk kesehatan
Johnson & Johnson. Kedua perusahaan terbukti telah meneken
kesepakatan bisnis berupa (lisensi) hak atas senyawa baru dari nikotin
untuk menangani nyeri dan radang. Hamilton mengistilahkan agenda
tersembunyi seperti ini sebagai “perang dagang” antara kepentingan
industri rokok dan industri farmasi dalam memperebutkan potensi
keuntungan besar dari bisnis nikotin dunia.

Dari paparan Hamilton itu, maka bisa diduga gerakan filantropis (di
balik kampanye anti-tembakau) dan karakter ekspansi kapitalisme
global, sebetulnya tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan sedang
bergerak menuju ke muara yang sama: kepentingan pemodal dunia.
Dugaan ini menemukan pembenaran, karena ratifikasi Konvensi

x
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17