Page 14 - Muslihat Kapitalis Global
P. 14
Meminjam kerangka analisis sistem dunia Immanuel Wallerstein,
isu perang global terhadap tembakau semestinya hanya sekadar
menjadi gejala partikular atau epifenomena dari entitas permasalahan
yang sesungguhnya, yaitu adanya gerak ekspansi kekuasaan sistem
kapitalisme global, dari negara dunia pertama ke negara-negara
pinggiran atau dunia ketiga. Fenomena yang telah memberi dampak
terhadap terjadinya pengerdilan, pemiskinan, dan ketergantungan
struktural. Dengan kalimat lain, diperlukan kerangka hitung yang
bukan sekadar terjebak kepada proyeksi untung-rugi, melainkan—
lebih penting daripada itu—adalah menempatkan ukuran keadilan
dan kemandirian yang seluas-luasnya.

Hal yang tidak kalah penting untuk dicermati adalah sejarah
konsolidasi industri kesehatan sebagai bagian dari sistem industri
masyarakat kapitalisme dunia —khususnya bidang kesehatan— yang
muncul, tumbuh, dan berkembang membesar di Amerika, seusai Perang
Dunia II. Dari titik ini, akan bisa ditelusuri pula sejarah kemunculan
lembaga seperti WHO, yang sebagaimana sejarah kemunculan lembaga
supra-nasional unholy trinity (IMF, Bank Dunia, dan WTO) tidak bisa
dilepaskan dari proyek konsolidasi dan ekspansi kepentingan negara-
negara dunia pertama. Dalam istilah Ivan Illich, sejarah terbentuknya
WHO itu disebut sebagai “medikalisasi kehidupan.” Gejalanya tampak
dengan kemunculan “imperialisme diagnostik” industri kesehatan
terhadap masyarakat modern. Illich menyebutkan, gejala itu tidak bisa
dilepaskan dari kelebihan produksi secara umum dari masyarakat industri
kapitalistis, meski pun ada kekhususan karakteristik yang membedakan
sektor industri kesehatan dengan sektor lainnya.

Illich harus diakui telah membongkar banyak kepalsuan yang
menyelubungi industri kesehatan modern, yang dinilai telah
memunculkan gejala endemi iatrogenesisz baik klinis, sosial,
maupun kultural. Melalui kerangka analisis dan deskripsi sejarah
yang dia kembangkan, dia bermaksud memperlihatkan akibat fatal
dari adanya monopoli radikal atas profesionalisme disiplin ilmu

xii
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19