Tembakau atau Mati
| Penerbit | Indonesia Berdikari |
| ISBN | 978-602-99292-5-6 |
| Tahun | 2012 |
| Fisik | 18,5 x 26,5 cm — 146 Halaman |
Ringkasan Literatur
Tembakau itu luar biasa pentingnya: bagi saya, keluarga saya, dan keluarga-keluarga lain di banyak desa di Temanggung. Untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan yang memerlukan dana cukup, orang tua selalu menyebut mbakon, panen tembakau. Tembakau, tembakau, dan tembakau. Dan, menurut pikiran saya, orang-orang tua lain pasti juga begitu. Setiap ada hajatan, pasti tembakau solusinya. Kami--anak-anak di Temanggung--besar dan dibesarkan bersama tembakau, bisa sekolah oleh tembakau, mampu kuliah berkat tembakau, dan melakukan sekaligus menyandarkan aktivitas, memenuhi kebutuhan, baik yang primer, sekunder, bahkan yang tersier sekalipun, oleh tembakau.
Tembakau adalah karunia yang diberikan Allah kepada kami, para petani di Temanggung dari dulu--dan, tampaknya hingga hari ini dan hari-hari yang akan datang. Tak heran, tembakau mempengaruhi kehidupan kami, mulai tingkat paling umum hingga paling renik. Inilah buku tentang tembakau. Bukan dari perspektif politisi, pakar eknomi, atau budayawan. Melainkan perspektif yang tampaknya sering terlupa untuk disajikan: perspektif petani tembakau itu sendiri.
Petani yang menggantungkan nasib pada tembakau, yang meletakkan urusan hidup-matinya pada tembakau, dan yang pada akhirnya mau tak mau harus bertempur, demi kelangsungan pertanian tembakau.
Tembakau adalah karunia yang diberikan Allah kepada kami, para petani di Temanggung dari dulu--dan, tampaknya hingga hari ini dan hari-hari yang akan datang. Tak heran, tembakau mempengaruhi kehidupan kami, mulai tingkat paling umum hingga paling renik. Inilah buku tentang tembakau. Bukan dari perspektif politisi, pakar eknomi, atau budayawan. Melainkan perspektif yang tampaknya sering terlupa untuk disajikan: perspektif petani tembakau itu sendiri.
Petani yang menggantungkan nasib pada tembakau, yang meletakkan urusan hidup-matinya pada tembakau, dan yang pada akhirnya mau tak mau harus bertempur, demi kelangsungan pertanian tembakau.