Kretek Indonesia: Dari Nasionalisme hingga Warisan Budaya
| Penerbit | FIB UGM & Puskindo |
| ISBN | 978-602-1217-03-0 |
| Tahun | 2014 |
| Fisik | - — 331 Halaman |
Ringkasan Literatur
Membincangkan tembakau tidak lagi semata-mata membicarakan suatu jenis tanaman, melainkan juga makna politis yang menyelubunginya.
Tembakau, dalam berbagai bentuk racikan, belakangan ini ramai diperdebatkan oleh banyak kalangan. Mulai dari pengampu kebijakan, aktivis, akademisi, bahkan hingga masyarakat biasa. Terlepas dari semua pro-kontra itu, racikan tembakau dan cengkeh yang dikenal sebagai kretek telah lama menjadi bagian realita sosial Indonesia.
Dalam buku ini, kretek digunakan untuk menafsirkan proses historis Indonesia, yang membawa kita pada kesadaran bahwa mempelajari kretek berarti juga mempelajari sejarah pergerakan, revolusi serta sejarah ekonomi dan sosial. Kretek Indonesia dilahiran dan dibesarkan dalam konteks penjajahan ketika dominasi kekuatan ekonomi kolonial tidak memberikan ruang bagi bumiputra untuk tumbuh dan berkembang.
Oleh karena itu, kelahiran dan pertumbuhan industri kretek Indonesia memunculkan dimensi lain dari perjuangan bangsa untuk memperoleh kebebasan dan membangun kemandirian ekonomi.
Buku ini juga membangkitkan sikap optimis terhadap kretek. Bahwa di balik segala kontroversi dan dinamikanya, kretek memiliki karakter sebagai heritage atau warisan kebudayaan yang menandai identitas kebngsaan Indonesia.
Tembakau, dalam berbagai bentuk racikan, belakangan ini ramai diperdebatkan oleh banyak kalangan. Mulai dari pengampu kebijakan, aktivis, akademisi, bahkan hingga masyarakat biasa. Terlepas dari semua pro-kontra itu, racikan tembakau dan cengkeh yang dikenal sebagai kretek telah lama menjadi bagian realita sosial Indonesia.
Dalam buku ini, kretek digunakan untuk menafsirkan proses historis Indonesia, yang membawa kita pada kesadaran bahwa mempelajari kretek berarti juga mempelajari sejarah pergerakan, revolusi serta sejarah ekonomi dan sosial. Kretek Indonesia dilahiran dan dibesarkan dalam konteks penjajahan ketika dominasi kekuatan ekonomi kolonial tidak memberikan ruang bagi bumiputra untuk tumbuh dan berkembang.
Oleh karena itu, kelahiran dan pertumbuhan industri kretek Indonesia memunculkan dimensi lain dari perjuangan bangsa untuk memperoleh kebebasan dan membangun kemandirian ekonomi.
Buku ini juga membangkitkan sikap optimis terhadap kretek. Bahwa di balik segala kontroversi dan dinamikanya, kretek memiliki karakter sebagai heritage atau warisan kebudayaan yang menandai identitas kebngsaan Indonesia.