Dampak Pengendalian Tembakau
| Penerbit | Indonesia Berdikari |
| ISBN | - |
| Tahun | 2013 |
| Fisik | — 281 Halaman |
Ringkasan Literatur
Indonesia adalah negeri penghasil tembakau dan penghasil cengkeh sekaligus. Dari pengolahan dan racikan tembakau dan cengkeh inilah yang melahirkan "rokok cengkeh", atau yang lebih dikenal dengan sebutan kretek.
Kudus, tempat pertama kali kretek ditemukan dan diproduksi massal kemudian dikenal sebagai "Kota Kretek", dan salah seorang pembentuk industri ini, Haji Nitisemito, dikenang sebagai "raja kretek". Identitas ini sekaligus menandakan pentingnya kedudukan industri pengolahan tembakau dan cengkeh dalam ekonomi Indonesia, dari sebelum terbentuknya Republik Indonesia sampai sekarang.
Identitas ini pula yang melekatkan kretek dengan Indonesia, sebagaimana cerutu dengan Kuba, atau sepakbola dengan Inggris dan Brazil. Karena kretek tidak dibuat di AS atau Eropa.
Industri rokok kretek telah mengalami perjalanan yang panjang, lebih dari 120 tahun. Setelah melewati berbagai kesulitan, bahkan nyaris hancur berkeping-keping dalam periode singkat gelombang pasang fasisme-militerisme Jepang, industri kretek mampu bangkit lagi. Dan selama dua dekade terakhir mengecap masa keemasannya.
Namun, lagi-lagi, kini industri kretek dihadapkan dengan tantangan global dalam bentuk hambatan-hambatan perdagangan --yang menampakkan sosok melalui rezim kesehatan dunia-- bahkan barikade-barikade perdagangan yang dibentuk di negerinya sendiri.
Kudus, tempat pertama kali kretek ditemukan dan diproduksi massal kemudian dikenal sebagai "Kota Kretek", dan salah seorang pembentuk industri ini, Haji Nitisemito, dikenang sebagai "raja kretek". Identitas ini sekaligus menandakan pentingnya kedudukan industri pengolahan tembakau dan cengkeh dalam ekonomi Indonesia, dari sebelum terbentuknya Republik Indonesia sampai sekarang.
Identitas ini pula yang melekatkan kretek dengan Indonesia, sebagaimana cerutu dengan Kuba, atau sepakbola dengan Inggris dan Brazil. Karena kretek tidak dibuat di AS atau Eropa.
Industri rokok kretek telah mengalami perjalanan yang panjang, lebih dari 120 tahun. Setelah melewati berbagai kesulitan, bahkan nyaris hancur berkeping-keping dalam periode singkat gelombang pasang fasisme-militerisme Jepang, industri kretek mampu bangkit lagi. Dan selama dua dekade terakhir mengecap masa keemasannya.
Namun, lagi-lagi, kini industri kretek dihadapkan dengan tantangan global dalam bentuk hambatan-hambatan perdagangan --yang menampakkan sosok melalui rezim kesehatan dunia-- bahkan barikade-barikade perdagangan yang dibentuk di negerinya sendiri.